Kamis, 02 April 2015

PSIKOANALISA, BEHAVIORAL, HUMANISTIK, KOGNITIF

PSIKOANALISIS

*      Sigmund Freud


*      Konsep Utama Psikoanalisis :
1.      Setiap anak memiliki kebutuhan dasar yang harus di penuhi dalam rangka perkembangan kepribadiannya secara sehat.
2.      Perasaan sebagai aspek mendasar dan penting dalam kehidupan dan perilaku anak.
3.      Setiap anak berkembang melalui tahap perkembangan emosional .
4.      Kualitas hubungan anak dengan keluarga dan lingkungannya merupakan faktor yang sangat penting.
5.      Kecemasan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dan konflik-konflik dalam diri anak merupakan faktor penentu penting terhadap munculnya gangguan tingkah laku.

*      Konsep psikoanalisis
1.      Struktur kepribadian
·         Id
·         Ego
·         Super ego

2.      Pandangan tentang sifat manusia
·         Pandangan freud tentang sifat manusia pada dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik dan reduksionistik

3.      Kesadaran & Ketidaksadaran
·         konsep ketaksadaran
Ø  mimpi-mimpi merupakan representative simbolik dari kebutuhan2, hasrat-hasrat konflik
Ø  salah ucap / lupa
Ø  sugesti pascahipnotik
Ø  bahan2 yg berasal dari teknik2 asosiasi bebas
Ø  bahan2 yg berasal dari teknik proyektif

4.      Kecemasan
·         Adalah suatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatu
Fungsi → memperingatkan adanya ancaman bahaya
·         3 macam kecemasan
Ø  Kecemasan realistis
Ø  Kecemasan neurotic
Ø  Kecemasan moral

*      Tujuan terapi Psikoanalisis
·         Membentuk kembali struktur karakter individu dengan jalan membuat kesadaran yang tak disadari didalam diri klien
·         Focus pada uapaya mengalami kembali pengalaman masa anak2
*      Contoh Kasus
Seorang wanita takut akan sosok seorang pria karena pada masa lalu dia sering melihat ayahnya berkelahi dengan ibunnya. Sampai ayahnya memukul dan menendang ibunya. Dia juga sering kena pukul oleh ayahnya semenjak kejadian itu dia takut akan sosok seorang pria.

*      Kasus diatas bisa di tangani dengan pendekatan psikoanalisis karena dalam pendekatan psikoanalisis klien diminta untuk berasosiasi bebas dan analisis mimpi kemudian dilakukan interpertasi agar dapat menggunakan teknik analisis transferensi.


 BEHAVIORAL

*      Ivan Pavlov dengan Classical Conditioning
Burrnhus Frederic Skinner dengan Operant Conditioning
Albert Bandura dengan Sosial Learning
              

*      Konsep Utama
·         Pada dasarnya manusia bersifat mekanistik dan hidup dalam alam yang determinasi, dengan sedikit peran aktifnya untuk memilih martabatnya.
·         Perilaku manusia adalah hasil respon terhadap lingkungan dengan control yang terbatas dan melalui interaksi ini kemudian berkembang pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian.
·         Perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar sehingga dapat diubah dengan menipulasi kondisi-kondisi belajar.

*      Tujuan
·         Menghapus pola-pola perilaku maladiptif klien dan membantu mempelajari pola-pola tingkah laku yang lebih konstruktif.
·         Mengubah tingkah laku maladiptif klien.
·         Menciptakan kondisii-kondisi yang baru yang memungkinkan terjadinya proses belajar ulang.

*      Contoh Kasus
Seseorang yang tidak pintar di sekolahnya. Dia sering diejek oleh teman-temannya. Dirumah dia tidak senang mengerjakan pekerjaan rumah. Pada suatu hari ibunya membuat perjanjian. Kalau nnti kamu dapat peringkat 10 besar di kelas maka kamu akan ibu beri hadiah dan kamu bebas dari pekerjaan rumah. Dari perjanjian itu dia menjadi semangat belajar dan akhirnya mandapat peringkat 10 besar di kelasnya.

*      Kasus diatas bisa di tangani dengan menggunakan pendekatan behavioral dengan menggunakan penguatan (reinforcement) atau penghargaan (reward) dan harus mendasarkan pada prinsip operant conditioning

HUMANISTIK

*      Carl Rogers

*      Konsep Utama

         Manusia pada hakekatnya mempunyai tujuan tertentu dan berkembang maju kedepan.
         Bersifat konstruktif, realistik, progresif, dapat dipercaya, dan secara kodrat berkembang.
         Apabila kodrat alamiah tidak dihalangi maka akan berkembang sepenuhnya sebagai fully human yang selaras dan menjadi manusia yang positif dan normal.
         Aspek – aspek negatif seperti irasional, anti sosial, agosentris, kejam, distruktif, kurang matang dan regresif disebabkan karena hidup tidak selaras.
         Pandangan yang lebih optimistik karena manusia memiliki tendensi spontan unntuk berdiferensiasi, bertanggung jawab, menentukan jalan hidup, menjadi matang dan bekerja sama
         Konsep diri yang real dan ideal
         Merasakan aktifitas inti dari kejiwaan manusia
         Berusaha maksimalkan feeling self sehingga lebih luas, memadai, sesuai dengan perasaan dan pengalaman-pengalaman (congruence). Tidak sempit, kaku, palsu, dan cacat (incongruence).


*      Tujuan
         Mengembalikan klien pada kehidupan perasaan dan mendorong untuk menemukan feeling self

*      Contoh Kasus
Seorang wanita yang takut dilamar oleh seorang pria. Diamana dia dulu pernah kehilangan pacarnya karena pada waktu itu dia memaksa pacarnya untuk jemput dia di suatu tempat. Ketika perjalanan terjadi kecelakaan yang menyebabkan pacar si cewek meninggal dunia. Dari kejadian itu si cewek menjadi merasa bersalah. Bahkan mengalami trauma yang berkepanjangan.

*      Kasus diatas bisa di tangani dengan menggunakan pendekatan humanistic dengan mengembalikan pemikiran klien yang mana tidak sepenuhnya kejadian itu salah dia. Itu semua musibah dan mendorong klien untuk kembali kepada kehidupan yang sekarang harus dia jalani.

Kognitif

*      Albert Ellis dan Aaron Beck



*      Perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku.

*      Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku
*      Merupakan suatu bentuk psikoterapi yang terstruktur, yang bertujuan meredakan simtom-sintom penyakit dan membantu klien mempelajari cara-cara yang lebih efektif untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang menyebabkan penderitaan mereka.

*      Tujuan
      mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir rasional

*      Contoh Kasus
Seseorang yang mengalami ganguan phobia terhadap buah rambutan.

*      Kasus diatas bisa di tangani dengan menggunakan pendekatan kognitif karena kesalahan dalam cara berfikir. Melaluai pengajaran dengan menunjukan betapa tidak logisnya cara berfikir sehingga menimbulkan gangguan emosi dan mengajarkan cara berfikir yang lebih positif dan rasional. Cara persuasif juga di gunakan untuk mengubah pandangan yang keliru. Kemudian konfrontasi dengan menyerang ketidakrasionalan pikiran dan berfikir kearah yang rasional.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar